Overthinking benar-benar jadi kelemahan untuk semua orang menurut aku. Bukan lelah fisik saja nantinya, termasuk akan lelah mental juga. Rasanya benar-benar menakutkan. Jujur, aku suka overthinking sampe ngebuat aku harus nangis saking takutnya dan ragunya diri aku sendiri. Inilah yang benar-benar melemahkan aku sejujurnya. Sendiri, sendiri, dan berjuang sendiri. bukan tak ada teman. Hanya saja perihal seperti ini memang yang menemani hanya diri sendiri. yang merasakannya aku sendiri, yang menenangkannya aku juga. Rasanya benar-benar hebat dalam melemahkan diri ini. kadang butuh ucapan menenangkan. Kadang butuh ucapan untuk kuat. Namun sadar mau sepanjang apapun cerita agar bisa meyakinkan, mau seberjuang apapun diri untuk meyakinkan, jika memang orang ga mau peduli ya ujung-ujungnya memang akan sia-sia. Overthinking sejujurnya hanya bisa dikelola oleh diri sendiri. orang lain hanya bisa bertindak sebagai penenang dan support. Tidak terlalu menjamin begitu banyak akan tetapi setidaknya...
Andai kata kau terluka hari ini, takkan jadi hina karena kau menangis. Bila mana kau terlempar dan merasa dikhianat, takkan jadi lemah karena mengantungi kenyataan yang tragis. Kau bisa menyadari, kau bisa memperkirakan, akan tetapi sakit tetaplah hal yang tak bisa terelakkan. Maukah kau ridha menerima ketetapan? Menenggelamkan di dalam ikhlas berdamai dengan takdir? Bahwa ketika kau sedang akan dinaikkan, Tuhan akan pasti mengujimu habis-habisan. Tersenyumlah, biarkan hujan terjatuh, biarkan situasi mengalir, sebab bila matahari menyinari harimu setiap hari, bumi akan pasti menjadi padang pasir. Tuhan tidak menyakitimu, selimuti hatimu dengan prasangka baik, secara menyeluruh. Mendungmu, hujanmu, kesakitan yang mencabik itu, adalah hal yang baik untuk proses bertumbuh. Bersabar ya, ketika satu pintu tertutup, banyak pintu insyaa Allah segera terbuka.